"Putuskan dan tentukan!"
Kalimat singkat, padat dan jelas. Yang berarti harus ada pilihan yang ditentukan dan langkah yang harus diputuskan. Kalimat yang sangat menjelaskan secara lugas bahwa selama ini kita 'terlalu baik' dalam toleransi. Terlalu memikirkan satu sisi tanpa melihat efek ke sisi yang lain. Mengorbankan semua demi yang satu, satu yang tidak bisa dirubah, satu yang membuat gesekan, satu yang membuat kita stagnan...
Hidup itu dinamis. Hidup itu seleksi. Hidup itu pahit. Hidup itu peluh. Hidup itu keringat. Segala tentang hidup tidak semuanya senang. Agar kita bersyukur akan nikmat-Nya dan menguatkan kita.
"Sampah di tengah lautan pasti akan ke tepi!"
Kasar memang, tapi benar adanya.
Saat bicara tentang organisasi, maka kita bicara tentang tujuan bersama. Bicara tentang kepentingan bersama. Untuk apa pusing memikirkan yang dengan Pengecutnya berontak? Pengecut! Karena tidak jantan dalam mengambil sikap. Ngga nyamanmu, kamu kasih tau. Tapi kamu ngga bertanggung jawab dan ngga punya keinginan untuk mendapat dan membuat solusi. Hingga akhirnya alasan itu lagi - itu lagi yang diberi.
Kalau gitu, silahkan! Jangan ganggu kami dengan Pengecutmu itu! Masih ada hal yang jauh lebih penting yang harus dikerjakan daripada menyimpan sampah.
Ah, percuma! Kamu ngga berani karena kamu pengecut. Sampai akhirnya kami yang membuat keputusan. Ngga perlu bertanya kenapa, hati kamu sendiri yang akan jawab! Dan terbukti! Sampah akan lebih bau pada tempatnya. Saya pikir ini tepat. Seengganya sampai saat ini kamu sendiri yang menunjukan sampahmu itu....
Saya, kami bersyukur...
Bersyukur karena satu penghalang telah pergi. Ini yang harus diputuskan. Sudah lama kita berjalan dan alasan ngga logismu sudah terlanjur bikin saya mual...
Pergilah! Tunjukan aslimu agar kami bersyukur! Bersyukur karena virus telah hilang dari kami...
Dan terima kasih! Terima kasih telah mengingatkan bahwa kami harus berbenah...
Terima kasih...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar