Jumat, 29 April 2016

Nikmati...

       Nikmati...
      
       Kata yang indah mungkin hanya pada saat momen yang tepat. Kayaknya agak kurang relevan untuk hal yang dirasa kurang menyenangkan.

       Ya itulah yang saat ini saya rasakan. Pusing, ribet, fokus terbagi - bagi dan lainnya. Memang ini jalan yang sudah saya pilih, dengan segala konsekuensi dan komitmen didalamnya, terutama dalah hal balancing. Rasanya ingin menyerah dari OSIS, ingin fokus dengan akademik. Tapi, hati ini bertanya, " dimana dan kapan lagi kamu bertemu dan merasakan hal ini lagi?" Sayang, saya ngga bisa jawab.
     
      Banyak hal yang perlu dikorbankan dalam organisasi ini, baik waktu, pikiran, tenaga, dan bahkan hati. Hal - hal yang memang harus dipertimbangkan sebelum memutuskan di OSIS. Belum lagi dengan hal - hal diluar OSIS. Ini lah yang menjadi salah satu alasan kelelahan ini.

       Tapi, hati ini berbisik lirih saat mulai pikiran jelek merasuk, sanggup kah? Kuat kah? Rela kah? Setelah selama ini banyak perjalanan sudah dilalui? Setelah sudah dikatakan bahwa ini adalah tempat yang baik untuk masa depanmu? Bagaimana dengan tanggung jawabmu? Sertijabmu? Sial!!!

      Sial! Semudah ini hati mematahkan logika kotor ini. Ya, mungkin Allah menjawab resah ini melalui seorang pembina OSIS ku, Abi Dhani. Lewat status Facebooknya dia bilang, Nikmati saja tiap peluh dan air mata, mainkan saja peranmu sebagai hamba-Nya yang bersabar, dan yakinlah itu adalah cara Allah untuk mengangkat derajat hambanya. Saya tidak peduli untuk siapa dan untuk hal apa kalimat ini, bagi saya apapun itu, ini sangat mewakili apa yang saya rasakan.

      Manfaat OSIS, hanya itu yang saya yakini. Saya memang lebih tertarik untuk menjadi yang berbeda. Selama saya masih bisa menyeimbangkan kewajiban saya, saya pikir ngga masalah.

      Bertahan, anggap saja ini penempaan yang menjadikan pisau yang tajam. Sakit, air mata dan peluh. Sedikit bumbu kehidupan agar kita bersyukur atas hidup ini. Karena rasa manis akan terasa nikmat manisnya setelah rasa pahit. Pahit demi rasa manis kelak, Insya Allah 😇

Sabtu, 16 April 2016

Saat Kualitas Diatas Kuantitas!

       Dalam hal Organisasi, biasa banget ditemuin orang - orang yang ngga niat di dalamnya. Baik karena murni niat ngga bener mereka atau faktor luar yang mendorong mereka ngga niat. Hal kaya gini biasa sebenernya. Cuma kesel banget jadinya kalo didiemin.

      Selama di periode kedua saya di OSIS, ternyata lumayan banyak virus nya. Awalnya kami cuma liat dari sisi niat mereka doang di OSIS yang bikin kami akhirnya kasih warning. Tapi ada hal lain yang ternyata sudah menampar kami dengan keras.
Membiarkan virus - virus itu bukan berarti kami diam. Kami masih memberi kesempatan dan peringatan buat mereka. Tapi apa yang terjadi disisi lainnya? Apa yang kami anggap sebagai kesempatan bagi mereka ternyata telah mengabaikan mereka yang niat di OSIS. Telak banget tamparannya!
Kami mungkin terlalu sibuk ngurusin orang yang ngga bener sampe lupa bahwa ada orang yang bener - bener niat yang harus disupport. Setelah dipikir - pikir ada benernya juga. Toh udah sekitar setengah periode berjalan, mau sampe kapan dibiarkan?
Dengan banyaknya kegiatan dan proker yang harus dilaksanakan, kami ngga mau dong buang - buang waktu cuma buat ngurus virus. Basmi ya dibasmi deh. Ada orang - orang niat yang terabaikan karena kami sibuk urus tuh virus. Simplenya, tegas sekalian.
"Saya bisa kaya mereka asal ada yang bisa saya perjuangkan!" Singkat, padat dan menampar! Sakit demi membersihkan nanah ngga masalah, karena akhirnya indah. Justru kami bersyukur. Makasih banget.
Toh pembina kita udah bilang, habiskan! Lebih baik sedikit tapi ikhlas! Udah ngga ada lagi alasan buat ngurusin yang ngga penting.
Demi OSIS yang lebih baik dan regenerasi yang baik pula, why not?

       Kuantitas memang penting, apalagi jumlah udah dikit. Tapi buat apa kalo cuma bikin ngulur dan buang waktu? Toh masih banyak yang bisa, sayang aja mereka ngga masuk karena belum all out dalam aksinya. Kita yang udah disini, harusnya nunjukin bahwa amanah yang dititipkan tepat sasaran ke orang yang benar. Inget, ada saatnya kualitas diatas kuantitas!

Rabu, 13 April 2016

Alumni, apa kabar kamu?

      Malam, all...
      
      Ngeposting juga nih akhirnya... Mumpung lagi free *belajar woy!!!! UTS Coeg!!! Kalem... Kita atur waktu nanti...
Alumni menurut saya adalah orang yang telah menyelesaikan suatu proses. Menarik membahas ini, kenapa? Karena saya memiliki pandangan tentang alumni ini

      Namanya aja alumni, artinya selesai. Pertanyaan unik saya adalah, apakah selama menjalani proses yang ada, adakah mereka mengaplikasikan hasilnya dalam kehidupan mereka sehari - hari setelahnya? Pastinya proses tersebut adalah positif ya...
Kenapa saya tanya begitu? Karena ada disekitar kita orang - orang yang saat berada dalam proses tersebut sangat getol dan vokal dalam 'menegakkan' yang harus ditegakkan. Apalagi saat melihat alasan dan niat mereka dalam mengikuti proses tersebut. Sekarang yang terlihat justru mereka menjadi orang yang harus dibenahi saat dulu masih dalam proses.

      Entah karena memang sudah hukum alamnya atau memang mentalnya yang seperti itu. Tapi menurut saya, proses tersebut seharusnya menjadi media kita untuk lebih baik dan terbaik. Namun, mungkin prinsip kami berbeda. Yang terjadi saat ini adalah membuat saya tertegun. Tapi, yaudahlah... Mereka yang berhak atas diri mereka, saat ini saya fokus dengan diri saya dan tanggung jawab saya.
Saya yakin, hasil tidak pernah mengkhianati proses kecuali atas izin-Nya. So, proses menjadikan kita lebih baik setelahnya, bukan menjadi baik hanya pada saat prosesnya saja dan mengkhianati kita yang dulu...

      Good luck, guys!!!

Minggu, 10 April 2016

Teruskan! Jangan berhenti!

       Mungkin ini rasanya jadi pengayom, jadi orang yang mempunyai tugas mengayomi adik - adiknya. Meski ngga sedikit dari mereka yang bikin hati mendidih, tapi saat melihat sisi yang lain, ada mereka yang mulai kelihatan...

       Segelintir orang yang saya yakin akan menjadi engine periode selanjutnya. Tidak peduli siapa dia karena mereka semua pada dasarnya adalah calon agen perubahan, perubahan ke arah yang lebih baik tentunya. Saya ngga terlalu peduli dengan periode ini... Bagus, jelek, lumayan atau apapun itu ngga penting buat saya. Saya cuma ingin kita semua mendapat pelajaran dalam setiap waktunya diperiode ini. Saya juga masih belajar, dan akan terus belajar. Tapi ada ada hal yang ingin saya raih diperiode ini, melihat kalian siap diperiode selanjutnya...

       Ambisi periode ini bagi saya tidak penting, karena saya sadar ada banyak nanah disana. Membersihkan nanah tersebut sehingga menjadi emas nantinya jauh lebih baik bagi saya ketimbang memaksakannya sekarang juga. Bagi saya itulah kesuksesan periode ini jika berhasil. Tidak masalah apa kata orang lain, karena inilah kenyataannya, karakter dulu dan sekarang sangat berbeda.
Berusaha merubahnya memang sulit, bahkan akan terbentur dengan segelintir orang yang tidak bertanggung jawab. Meski harus menyingkirkan mereka, ngga masalah. Demi lenyapnya nanah - nanah itu, dan terbentuk engine - engine baru, kenapa tidak? Karena yang tesingkirkanpun sudah mendapat peringatan, untuk apa sibuk mengurus nanah padahal ada bakal emas yang harus diproses?

       Saya, kami, dan semua yang ada akan terus mensupport kalian. Meski sebagian dari kalian akan atau telah tersingkir, ingatlah bahwa kalian adalah calon pemimpin bagi mereka. Siapkan bekal kalian untuk memimpin mereka bahkan kami. Teruslah dengan keikhlasan dan ketulusan kalian, semangat kalian, niat benar kalian, hingga kalian tertawa lepas karena kesuksesan kalian dan kami menangis haru karenanya.
Perjalanan kita masih cukup panjang, banyak hal yang belum kita pelajari hikmahnya!

      Semangat, guys!

Sabtu, 09 April 2016

OSIS menjawab...

       Ada banyak banget pertanyaan - pertanyaan atau opini seputar OSIS dari teman - teman. Oke, sekarang coba kita kupas satu - persatu yang paling sering ada secara umum dimanapun OSIS berada *heleeeeh

       Pertama, OSIS adalah Organisasi Kesiswaan, oke! Bukan keguruan. Jadi kalo kamu tanya soal guru ke OSIS, kamu kurang tepat. Contoh : Kenapa siswa telat dikunciin gerbangnya tapi kalo guru ngga?
Guys, OSIS memang wadah aspirasi, kritik dan saran siswa. But, konteksnya dalam ranah kesiswaan. Tapi ya oke lah, saya jawab berdasarkan ahlinya langsung. Jadi gini, guru itu telat bukan berarti ngga ada hukumannya. Logikanya, kalo mereka telat terus ngga boleh masuk, siapa yang ngajar? Oke! Nah, hukumannya apa? Mereka juga mengenal SP alias Surat Peringatan. Daaaannnn, ini yang agak sensitif sebenernya, yaitu potong gaji. Ya, guru - guru yang telat juga punya absensi dan presensi, jadi kalo telat sekian menit, jam bahkan ngga masuk (baca : alpha), otomatis akan ada pengurangan gaji sesuai aturan mereka.
Dan lagi, mereka yang kita anggap telat, belum tentu telat! Mereka datang lebih siang karena bisa jadi jam mengajar pertama mereka ada di tengah hari. So, hak mereka untuk datang lebih siang, ibaratnya shift gitu simplenya. Kalaupun mereka datang pagi, silahkan, apalagi kalau mereka memang ada keperluan lain sebelum mengajar

       Kedua, OSIS dianggap HARUS TAHU pulang cepat atau ngga! Ini sumpah saya ngga habis pikir. Ada aja yang nanya begini. Ini kan ranahnya Kurikulum, bukan Kesiswaan. Kalaupun OSIS tahu, kami punya etika yang harus kami junjung. Membagi mana yang harus dishare, mana yang ngga boleh. Lagian juga, pulang cepet juga mau ngapain? Paling bersemayam diatas kasur sambil mimpiin doi, eeeeaaaakk

       Ketiga, Razia! OSIS tukang Razia katanya. Ya benar! Razia dilakukan dalam upaya penegakan aturan sekolah. Sama kaya Polantas, mereka melakukan razia tilang sebagai upaya penegakan aturan berlalu lintas. Nah, OSIS dalam hal razia ngga bisa sembarangan seenak kamu ngomong Tukang Razia. Banyak prosedur yang harus dilewati untuk OSIS bisa razia. Cek sana, cek sini. Belum lagi persetujuan dari BP / BK dan Kesiswaan
Dan satu lagi, kami OSIS bukan lepas dari razia. Sebagai Organisasi langsung dibawah kesiswaan, kami dituntut menjadi teladan dan contoh. Sebelum kami bergerak, kami wajib berbenah diri. Gimana OSIS mau bergerak kalau internalnya masih ada nanahnya?

       Keempat, OSIS dibilang suka cabut pelajaran! Ya!!! But, untuk keperluan kegiatan sekolah. Seandainya ada banyak waktu setelah jam KBM selesai, itu waktu yang akan kami pakai. Tapi karena udah pulang sore, barangkali panitia gurunya terbentur jam KBM nya, rapat mendadak atau bahkan memang sudah dijadwalkan, de el el... Apa boleh buat? Akhirnya OSIS harus izin jam KBM.
Tapi guys, asal kalian tahu. 'Cabutnya' kami bukan berarti kami lari dari tugas. Justru tugas yang ngejar kami. Sebagai anak organisasi, kami wajib kudu mesti fardhu ain buat balance antara tugas akademik dan organisasi. Kami harus ngejar materi, ngejar nilai, ngejar tugas de el el yang kami tinggal sejenak. Dan ini sulit! Barangkali kalian yang bisa full ikut KBM wajib bersyukur, gimana kami? Tapi tugas tetap tugas, kami tetap dengan usaha kami buat tetap balance. Dan disitu nikmatnya, kami belajar membagi waktu yang super duper power rangers mepet bin sempit binti dikit. Dan alhamdulillah, dengan tantangan ini, rata - rata pengurus OSIS berhasil melewati dan mencapai hasil terbaiknya

Kelima, OSIS kesayangan guru. Saya kurang sependapat. Kenapa? Ya karena biasa aja. Hanya barangkali karena OSIS sedang atau pernah bekerja sama dengan guru dalam kepanitiaan, jadinya komunikasi kami jadi lebih kelihatan dekat. Ngga dipungkiri lagi memang dengan adanya kerjasama dan hubungan dengan kepanitiaan itu membuat kami menjadi lebih dekat dengan mereka, tapi buat kami bukan berarti kesayangan. Apalagi kalau ada evaluasi, disana kami benar - benar harus introspeksi diri

       Nah, itulah sedikit pertanyaan - pertanyaan atau opini atau apalah tentang OSIS. Kami mengerti mengapa sampai ada hal kaya gitu dalam pikiran teman - teman. Karena memang kami yang tidak pernah menjelaskan, dan kalian yang tidak tahu keadaan sebenarnya. Semoga dengan post ini bisa menjawab 'ganjalan' tentang OSIS. Sejatinya OSIS tidak semudah dan seenak yang kalian pikir, tapi di OSIS ada kenikmatan yang sulit dijelaskan dan hanya bagi mereka yang tulus dalam OSIS 😇

       Happy weekend, guys!

Pilih Teman? Dilarang atau Dianjurkan?

       Teman, orang - orang disekeliling kita yang sering berinteraksi dengan kita. Mereka adalah salah satu media perubahan dan pembentukan kita, yups! Lingkungan! Di lingkungan pertemanan seperti apa kita berada.

       Pilih teman? Why not? Pilih teman disini adalah dalam arti bahwa kita milih teman untuk berbagi ilmu dan memantapkan hidup. Teman yang baik kah atau teman yang buruk? Karena lingkungan adalah salah satu media pergaulan kita yang menjadi faktor perubahan kita. Apalagi masa remaja katanya adalah masa pembentukan. So, mau seperti apa kita dibentuk, kembali ke kita ya...
Balik lagi ke pilihan *dipilih - dipilih Memilih teman disini adalah cara kita untuk mendapat teman hidup yang bermanfaat untuk akhirat kita. Teman yang dengan kebaikannya mampu merubah kita, yang dengan kejujurannya mampu memberi motivasi kita dan ketulusannya mampu mengajarkan kita. Mereka juga lingkungan kita, baik di masyarakat dan sekolah. So, ini penting!

       Yang dilarang adalah memilih teman untuk bergaul sehari - hari dalam arti interaksi sosial. Manusia adalah makhluk sosial, butuh orang lain. Jadi, sekedar bermasyarakat dan sosialisasi kita wajib membuka diri dengan siapapun dengan catatan mampu memfilter dan memilah, mana yang bisa kita ambil kebaikannya dan kita jauhi keburukannya. Ingatlah bahwa manusia punya sisi baik dan buruk, kita sebagai temannya perlu memilahnya agar pertemanan kita membawa kebaikan dan pelajaran yang luar biasa 😀

       So, enjoy your life and be the best of you, guys!

Mimpi Oh Mimpi...

       Ngomongin soal mimpi, udah ngga asing banget ya kan? Mimpi indah, mimpi ngga jelas and mimpi buruk salah tiga jenisnya *lah?!
Tapi apa jadinya kalo mimpi gigi seri atas copot tiga - tiganya?! Absurd banget sumpah! Saya yang awalnya ngga peduli sama tuh mimpi, mendadak resah gelisah. Akhirnya mbah Google menjadi tempat singgah pertama...

       Singkatnya, menurut blog blog di mbah Google, mimpi kaya gitu artinya akan ada Orang Tua yang meninggal. So, saya langsung hening ditambah suasana pagi yang seolah mendukung banget...
Akhirnya saya coba nyari solusi atas keresahan ini. Uniknya, ada cara buat ngehalau akibat buruknya. Kalo ngga salah pake kelapa sama sapu lidi gitu. *Kelapa?! Yups! Gitu kata ahli primbon *pria amat bl**n So, buat saya itu nyeleneh banget. Akhirnya saya kembalikan pada agama, ya berdasarkan pandangan Islam

       Dalam pandangan Islam, mimpi dibagi menjadi tiga, ada yang karena bisikan Allah, bisikan hati dan bisikan syaitan. Nah, dalam kasus saya, bisa dibilang ini bisikan syaitan *WTF?!
Mereka membisikan dan meniupkan keburukan keburukan yang akhirnya meresahkan manusia sehingga lupa bahwa semua sudah ditentukan dan ditetapkan Allah SWT. Didalam blog itu juga ada cara untuk mencegah keburukan atas mimpi tersebut

1. Meludah 3 kali ke arah kiri. Ini dilakukan sebagai bentuk langkah mengusir syaitan dalam diri kita, barangkali tubuh kita telah ditumpangi olehnya sehingga mereka leluasa mengerjai kita

2. Mohon perlindungan kepada Allah atas keburukan yang mungkin terjadi karena mimpi itu, dan mohon kebaikan atas mimpi tersebut

3. Yakinlah bahwa setiap yang bernyawa pasti akan mati. Jasad ini hanya titipan untuk beribadah pada-Nya. Semua yang ada di alam semesta ini adalah milik-Nya. Kita sebagai hambanya hanya bisa pasrah dan menyiapkan bekal untuk Hari Kemudian.
Perbanyak ibadah dan berdoalah untuk kedua orang tua kita agar Allah SWT memudahkan urusannya dan surga untuk mereka. Jadilah anak yang shalih - shalihah, guys!

       Nah, alhamdulillah keresahan itu perlahan hilang dan kembali normal. Bahwa memang kita dalam hidup ini harus senantiasa memohon perlindungan kepada Allah SWT 😇

       La tahzan, innallaha ma'ana...

Jumat, 08 April 2016

Masa ABG, Masa Pengujian Hati

       ABG, kata yang barangkali udah ngga asing ditelinga kita. Ya, ABG bisa dibilang Remaja. Istilah ini muncul sebagai bentuk perkembangan zaman *what?! Yang mengenal kegaulan

       Masa ABG itu masa yang bisa dibilang masa yang paling sulit. Why?! Karena disinilah naluri kita diuji *halaaah
Diuji dalam arti semampu apa kita mengatur dan mengendalikan naluri kita, naluri tertarik pada lawan jenis

       Ya kan?! Sebenernya tertarik pada lawan jenis itu ngga masalah kok, memang udah Allah sematkan ke manusia untuk ibadah (baca : nikah). Ngga salah kan? Cuma yang jadi masalah itu, kemana dan bagaimana kita mengekspresikannya? *Pacaraaaaaaaaaannnnn!!!! Lah rame 😑
Ya, rata rata kita jawab gitu termasuk saya!

       Saya juga ngerasain hal itu, tertarik sama perempuan bahkan hingga detik ini. Sempet waktu itu buat rencana buat nembak si doi, but?! Apa boleh buat, ternyata oh ternyata pemirsaaah, doi itu incaran banyak pria!!!!! *jengjengjengjeeennnnggg
Ya, saaakiiiitttt!!!! 😥 *utuk utuk utuk Tapi dari situlah saya berusaha move on dengan googling apa yang seharusnya saya lakukan. Ada banyak banget tips n trik buat move on, dan rata - rata solusinya yang banyakin kegiatan lah, jangan ngestalk lah, hapus kontak lah, blablabla segala macam!
Sampe akhirnya saya nemuin blog yang temanya Islami, dan Alhamdulillah adeeeemmmm 😇

       Yups! Singkatnya, saya ngerti bahwa cinta adalah naluri manusia yang suci yang dititipkan Allah untuk dijaga kesuciannya. Tertarik sama lawan jenis ngga salah! Tinggal kita yang harus menjaganya untuk sebuah ikatan suci pernikahan. Pacaran bukan langkah yang tepat, guys! Ingat bahwa Allah melarang kita untuk mendekati Zina, dan disanalah kebanyakan dimulai.

       Dan kini saya udah banyak banget mendapati ketertarikan dengan banyak perempuan, silih berganti meresahkan jiwa *halaaaaah Tapi yang saya yakini, bahwa cinta saya hanya untuk halalnya saya nanti, jadi gimanapun perasaanya saya hanya bisa memendam dan berdoa semoga Allah meneguhkan dan menenangkan hati ini

       Saya jujur terharu dengan kisah Fathimah Az - Zahra dan Ali Bin Thalib. Dua insan yang tidak pernah berinteraksi secara dalam, namun pada saatnya, mereka mengungkapkannya dengan indah dalam ikatan pernikahan. Allah yang menyatukan mereka, Allah yang mengetahui isi hati mereka sehingga Allah satukan mereka karena mereka telah menjaga kesucian cintanya hanya untuk halalnya kelak

       Simplenya, yang perlu kita lakuin sekarang adalah

1. Berdoa semoga Allah memberikan jodoh terbaik bagi kita. Kita yang laki - laki membutuhkan perempuan sebagai semangat dan penenang hati, so minta sama Allah biar dikasih

2. Siapkan bekal! Pernikahan adalah kebutuhan dan cara kita mengikat dia! Dia yang kita kasihi, dia yang selama ini kita dambakan. Siapkan bekal untuk hidup bersamanya, buktikan bahwa perjuangan kita untuk membahagiakannya dunia - akhirat adalah benar adanya

3. Pantaskan diri! Ini paling penting! Laki laki baik hanya untuk perempuan baik, perempuan baik hanya untuk laki laki laki baik dan sebaliknya. Jelas kan, guys?

       Itu basic point yang saat ini harus kita tahu dan jaga. Yakin deh, perempuan mana yang ngga klepek - klepek sama laki laki yang jantan! Jantan karena berani menghalalkan diwaktu yang tepat!
So, yuk kita hijrah! Kita tegaskan bahwa kita bertanggung jawab atas rasa cinta kita buat si dia yang lagi muter - muter di kepala kita. Yakin bahwa Allah mengetahui niat baik kita, insya Allah, Allah akan berikan kita yang terbaik nan indah 😇

Good night, guys!

Tentang Harry

       Assalamualaikum, guys!

       Perkenalkan nama saya Harry Trie, saya lahir di Bekasi 9 Januari 1999. Saat ini saya tinggal di Bekasi dan bersekolah di SMK Yadika 13 jurusan Teknik Otomotif Kendaraan Ringan.
       
       Saya adalah pribadi yang bisa dibilang 'introvert' (hasil googling, wkwkwk), jadi ya saya cenderung diam dan 'kumat' kalo udah nyaman 😂

      Saya saat ini berusaha belajar dari hidup ini, ada nilai - nilai yang ternyata luar biasa menginspirasi tanpa kita sadari. So, menjadi lebih baik tidak salah dan belum terlambat kan? Insya Allah

       Saya punya banyak (baca : menurut saya 😁) teman yang buat saya nyaman. Mereka dari berbagai macam karakter sifat, sikap dan kepribadian. Tapi dari merekalah saya belajar untuk mau memahami dan menghargai, asyeeek

       Udah lah segitu dulu aja, yang jelas saya akan berusaha untuk share pengalaman dan cerita hidup saya dan sekitar saya untuk menjadi motivasi dan semangat kita bersama ya...

       See you, wassalamualaikum!!! 😁