Kamis, 23 Juni 2016

Memantaskan Diri...

       Hampir setiap waktu, aku merasa bahwa hati ini terlalu 'murah'...
'Murah' karena dengan siapa saja aku tertambat, terpesona dengannya, dan mendambakannya. Namun, saat itu juga luka itu datang... Datang dari dalamnya dan kenyataan bersamanya... Menghancurkan pilar - pilar yang ingin kubangun bersamanya...

      Bukan pertama kalinya...
Hampir berkali - kali merasa hal yang sama... Lantas aku bertanya, manusiawi kah? Wajar kah? Atau aku yang diperbudak nafsu?
Tidak pernah aku mengutarakan, namun semakin aku mendamba, kepahitan selalu mengiringinya...
Andai hidup seindah Ali bin Abi Thalib dan Fathimah, pasti tenang sudah hidup ini...

       Mereka bilang, Allah maha Adil... Allah memasangkan dua insan yang sepantas satu sama lain...
Hingga bisa kusimpulkan, bahwa apa yang harus dilakukan sekarang adalah memantaskan diri dengan menjadi sosok seperti apa yang kita butuhkan, bukan inginkan! Dengan niat semata lillahi ta'ala...
Meski bukan engkau, bahkan aku pun tak tahu bagaimana engkau, aku hanya berdoa, semoga engkau berada dalam kepantasan denganku dan sebaliknya, serta dalam semangat memperbaiki diri dan menutup kekurangan masing - masing...
Atau Allah mempunyai rencana indah sebagai gantinya, untukku dan untukmu...
Insha Allah...

Sabtu, 11 Juni 2016

Sang Pemilik Hati

       Setelah berlarut - larut dalam 'perjudian' itu, aku memutuskan untuk men-sharing hal ini pada seseorang yang berwenang dalam 2 keputusan 'perjudian'ku. Intinya, dia mengharapkan aku tetap dalam tempat itu. Tapi, ngga tau kenapa, rasanya aku mulai kembali cinta pada tempat itu. Setelah sebelumnya betapa aku ingin pergi jauh darinya, tapi kali ini justru bertolak belakang. Dan dari hari - hari yang ku jalani setelah keputusan bertahanku, justru aku kembali mendapat ritme dan feelnya...

       Kalo sudah begini, harus aku simpulkan bahwa aku harus kembali, kembali seperti dulu, namun lebih baik karena separuh dari aku yang dulu telah kembali... Mungkin aku butuh penyeimbang yang bisa mengakomodasi aku untuk tetap survive...

       Alhamdulillah, kalimat yang tiada henti aku bersyukur pada Allah atas ujian-Nya dan pelajaran-Nya. Bahwa semakin yakin dan iman aku bahwa sesuatu berlaku atas kehendak Allah SWT.
Kini, bismillah, aku akan memulai kembali pertarungan hidupku, pertarungan dengan diriku sendiri bersama Allah SWT disisiku...

Jumat, 03 Juni 2016

Perjudian Hidupku

       Perjudian...

       Kata yang terdengar kurang enak tapi cocok untuk menggambarkan keadaan yang kupilih saat ini. Jika sukses aku bertahan, jika gagal aku hancur...
Sekian lama waktu berpikir, perdebatan hebat antara hati dan pikiran, mendengar pendapat dari beberapa sahabat, dan Allah memberiku petunjuk bahwa ego ini harus aku redam, kuputuskan bertahan.

       Mengambil keputusan yang kukira mudah, ternyata jauh dari perkiraan. Berbagai konsekuensi baik untuk pribadi maupun mereka, banyak mengulang tanya tentang keputusanku....
Anggap saja aku berjudi! Aku bertahan semata menunaikan amanah, meski tahu nanah macam apa didalam... Semata mengawasi jangan sampai terlewat batas... Toh, prediksi selanjutnya sudah kupegang. Tapi jika aku gagal, aku hancur bersama kegagalan itu. Setidaknya amanah telah kulaksanakan.

       Tentang mereka, mereka yang aku masih sayangi, sayang karena aku tahu potensi mereka... Saat ini aku hanya bisa melihat dan menilai, demi kalian yang lebih baik diluar prediksiku. Kalaupun terjadi, aku harap kalian menjadi agen perubahannya.
Saat ini, aku hanya ingin menjalani sisa amanah ini dengan tenang, tidak mau terlarut dalam kesenangan semu itu lagi... Tempat ini baik, sayang nanah didalamnya... Biarlah, ini aku jadikan pelajaran hidup. Suksesnya disini adalah pelajaran hidup, aku mengerti sekarang...

      Bismillah...