Nikmati...
Kata yang indah mungkin hanya pada saat momen yang tepat. Kayaknya agak kurang relevan untuk hal yang dirasa kurang menyenangkan.
Ya itulah yang saat ini saya rasakan. Pusing, ribet, fokus terbagi - bagi dan lainnya. Memang ini jalan yang sudah saya pilih, dengan segala konsekuensi dan komitmen didalamnya, terutama dalah hal balancing. Rasanya ingin menyerah dari OSIS, ingin fokus dengan akademik. Tapi, hati ini bertanya, " dimana dan kapan lagi kamu bertemu dan merasakan hal ini lagi?" Sayang, saya ngga bisa jawab.
Banyak hal yang perlu dikorbankan dalam organisasi ini, baik waktu, pikiran, tenaga, dan bahkan hati. Hal - hal yang memang harus dipertimbangkan sebelum memutuskan di OSIS. Belum lagi dengan hal - hal diluar OSIS. Ini lah yang menjadi salah satu alasan kelelahan ini.
Tapi, hati ini berbisik lirih saat mulai pikiran jelek merasuk, sanggup kah? Kuat kah? Rela kah? Setelah selama ini banyak perjalanan sudah dilalui? Setelah sudah dikatakan bahwa ini adalah tempat yang baik untuk masa depanmu? Bagaimana dengan tanggung jawabmu? Sertijabmu? Sial!!!
Sial! Semudah ini hati mematahkan logika kotor ini. Ya, mungkin Allah menjawab resah ini melalui seorang pembina OSIS ku, Abi Dhani. Lewat status Facebooknya dia bilang, Nikmati saja tiap peluh dan air mata, mainkan saja peranmu sebagai hamba-Nya yang bersabar, dan yakinlah itu adalah cara Allah untuk mengangkat derajat hambanya. Saya tidak peduli untuk siapa dan untuk hal apa kalimat ini, bagi saya apapun itu, ini sangat mewakili apa yang saya rasakan.
Manfaat OSIS, hanya itu yang saya yakini. Saya memang lebih tertarik untuk menjadi yang berbeda. Selama saya masih bisa menyeimbangkan kewajiban saya, saya pikir ngga masalah.
Bertahan, anggap saja ini penempaan yang menjadikan pisau yang tajam. Sakit, air mata dan peluh. Sedikit bumbu kehidupan agar kita bersyukur atas hidup ini. Karena rasa manis akan terasa nikmat manisnya setelah rasa pahit. Pahit demi rasa manis kelak, Insya Allah 😇
Tidak ada komentar:
Posting Komentar